Kemeriahan silaturahim Festival Baitul Amin (Fesba) 2010 mulai terasa. Tamu  pertunjukan istimewa Fesba, kelompok musik Debu mulai memanaskan suasana dengan menampilkan dua lagu akustik di Pre Event Press Conference tadi siang (11/3). Ruang meeting di Restoran Sambhara Cipete langsung senyap saat Mustofa, vokalis dan frontman Debu bercerita tantang lagu yang akan dinyanyikannya. : “Judulnya Yang Tergila. Dzikir kepada Allah sampai dianggap gila. Seharusnya lagu ini pake drum biar terlihat swing-nya. Ini lagu freestyle,” ungkap dia menyambungkan dengan Kompetisi Free Style Marawis.

Tepukan panjang terdengar saat Debu menyelesaikan lagu pertamanya. Debu di konferensi pers ini hadir tidak dalam format lengkap hanya 5 orang termasuk Abdullah, anak Mustafa yang  bermain biola. Anak kelas empat sekolah dasar berambut pirang ini menarik perhatian. Permintaan lagu kedua juga muncul dari wartawan dan panitia. Lagu kedua yang berjudul Malam ini  dilantunkan oleh Debu. Sebelum bernyanyi Debu menceritakan lagunya, “Lagu ini menceritakan pertemuan dengan seorang kekasih. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun penuh ekspresi.” Lagi-lagi lagu slow itu menciptakan tepukan panjang setelah selesai.

Mustofa di kesempatan itu juga mengatakan Debu di Fesba akan menampilkan lagu khusus, ” Judulnya Drumming in The Name of Lord. Lagu ini menyertakan tiga dumbek, alat yang ada di marawis. Pukulannya juga akan berbeda,”tambah frontman Debu ini. Ia juga menyatakan ia salut dengan konsep Free Style Marawis. Sebab menurutnya jika seni penuh aturan-aturan baku, maka tidak akan berkembang. “Musik anak muda harus nakal dikit,  biar berkembang,” kata dia sambil tersenyum.

Selain Debu, dua kelompok peserta Free Style Marawis juga ikut hadir di pertemuan tadi. Beberapa wartawan dari media cetak dan internet  juga mengikuti acara ini.

Tags: , , ,