Mengapa Free Style Marawis?
Saat ini marawis begitu populer sebagai salah satu bentuk seni musik bernafaskan Islam. Marawis menyajikan sebuah pertunjukan dinamis dan atraktif, yang tidak kalah serunya bila dibandingkan dengan Brazilian Percussion. Pertunjukan perkusi ini dibalut dengan syair berbahasa Arab yang berisi pesan kebaikan dan pujian kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Syair ini dibawakan mendayu-dayu dengan indahnya. Hal ini membuat penonton marawis kerap merinding karena takjubnya dan sulit untuk tidak memberikan aplus.
Marawis (bentuk jamak dari marwas) yang merupakan tradisi warisan negeri Yaman ini sering dibawakan dalam berbagai perayaan. Popularitas marawis semakin meningkat di kalangan muda. Dengan seringnya dipertunjukkan sebagai kompetisi, membuat banyak sekolah menengah di Jabodetabek menjadikan marawis sebagai program ekstra kulikuler. Bahkan beberapa perguruan tinggi dan pesantren memiliki kelompok marawisnya sendiri sebagai perwakilannya.
Marawis adalah seni yang dapat dikembangkan melalui kebebasan berkreasi mengikuti perubahan dan perkembangan masyarakat. Namun ajang kompetisi marawis umumnya didasarkan pada aturan yang baku, bahasa syair dan adab tertentu. Hal ini tentunya membatasi kreatifitas bagi para seniman marawis.
Surau Baitul Amin menyelenggarakan FreeStyle Marawis Competition (FMC) dengan tujuan untuk merangsang kreatifitas dalam berseni marawis sehingga pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalam syairnya dapat terkomunikasikan secara efektif. Komunikasi dapat berjalan efektif jika terdapat kesamaan tertentu antara penyampai dan penerima pesan. Kesamaan tersebut termasuk dalam hal bahasa, gaya penyampaian, rasa seni dan estetika, gaya hidup dan nilai-nilai sosial. Semua ini dapat dibangun melalui kreatifitas seni sebagaimana yang dilakukan oleh Wali Songo ketika memodifikasi seni wayang kulit.
Pada dasarnya FMC tidak membatasi kreatifitas dalam menggubah musik marawis. Melalui FMC, para peserta FMC dapat memodifikasi pertunjukan marawis sesuai dengan perkembangan tren dunia musik. Yang terpenting adalah syair marawis berisi pesan dakwah Islami dan terkomunikasikan dengan baik sesuai tujuan FMC. Namun penampilan peserta harus sesuai dengan etika Islami dan menjadi suri tauladan yang baik (uswatun hasanah) bagi penonton.


