Komentar positif banyak bermunculan dari peserta lomba marawis free style yang hadir di technical meeting siang ini (7/3) di Kampus Baitul, Curug Sawangan Depok. Salah satunya ungkapan dari Ahmad Maulana, perwakilan dari kelompok Al Ashriyyah, sebuah pondok pesantren di Parung Bogor, “Ajiib Banget. Karena festival ini unik, karena alat musik klasik dan modern digabungkan.”

“Musiknya bisa variatif, sehingga tidak monoton,” kata Iwan Setiwan dari kelompok Al Fatimiyah. Kelompok marawis dari Cibubur ini menyambut positif acara ini. Bahkan sampai berencana menggotong gamelan ke atas panggung, karena jarak yang jauh mereka batalkan rencana itu dan menggantinya dengan drum. “Kita bawa drum yang biasa dipakai pengamen itu,” kata Fajar Adrian dari Al Fatimiyah.
Kelompok-kelompok yang akan tampil menjanjikan penampilan yang berbeda. Berbagai aliran musik dan alat musik akan ditampilkan di panggung. “Kita akan gabungkan gambus dan Marawis. Kami ingin menggabungkan banyak musik Indonesia karena santri di pesantren kami berasal dari Aceh sampai Papua,” tambah Ahmad Maulana.


