
Pena Pundi Aksara, stand pasar rakyat yang diikuti oleh Kak Nina dan Bang Rahmat dari Pos Cengkareng ini turut meramaikan Festival Baitul Amin dengan menjual buku-buku bertemakan Islami. Kebetulan mereka memang bekerja di penerbit ini, sehingga ketika mendengar akan diadakan Festival Baitul Amin di Surau Baitul Amin Sawangan mereka dengan antusias segera turut berpartisipasi. “Acara kayak gini kan setahun sekali kak, jadi kapan lagi ya gak?” kata Bang Rahmat. Ketika ditanyakan berapa target penjualannya, Bang Rahmat mengaku tidak pasang target “kita jual gak ada targetnya, tergantung berapa lakunya aja, kita sih ikhlas aja yang penting bisa ikut meramaikan juga udah senang.” Salah satu peserta BMT yang ikut dalam pasar rakyat kali ini adalah Kak Norma, hadir dengan koleksi pernak-perniknya yang cukup menarik mata seperti sandal, sajadah dan bermacam aksesoris anak yang berbahan dasar dari kain flannel. Bukan hanya sekali mengikuti bazaar semacam ini kak Norma mengatakan untuk event yang cukup besar seperti ini, ia dengan tiga orang timnya memerlukan waktu sekitar tiga minggu untuk mempersiapkan berbagai koleksi untuk di pajang di stand bazarnya. Ketika ditanyakan berapa harga jual dalam event kali ini pemilik stand NONY Collection ini mengaku tidak ada harga khusus “Saya jual dengan harga biasa, karena stand yang disediakan gratis kita gak keluar dana ekstra lagi, paling kalau ada yang beli banyak kita kasih harga grosir kayak biasanya.” tambah Kak Norma.

Stand yang juga ikut meramaikan Pasar Rakyat Festival Baitul Amin kali ini pernah diundang oleh Surau Baitul Amin Sawangan untuk menjadi bintang tamu dalam pelatihan Islamic Business Leadership (IBL). LUMINTU yang hadir dengan koleksi eco product nya, mengusung produk yang bertemakan ramah lingkungan. Pak Slamet sang pemilik bisnis produk daur ulang ini sempat menyatakan keinginannya untuk ikut membantu memanfaatkan sampah-sampah yang biasa tersisa “Wah, kalau kita kemarin punya waktu lebih banyak mungkin kita bisa bawa team sendiri untuk sekalian demo langsung pembuatan produk dari sampah.”

Selain produk-produk diatas, berbagai stand yang menjual makanan dan minuman turut meramaikan acara. Terlihat berbagai cemilan khas Indonesia seperti sate ayam, siomay, batagor. Tak ketinggalan, stand makanan khas negeri barat seperti hamburger dan pizza pun ramai diserbu oleh pengunjung. Untuk melepas dahaga dan menyejukkan tenggorokan di siang hari, aneka minuman dingin ditawarkan para peserta stand, bervaratif dari mulai es cendol, aneka merk dan jenis teh yang ditambahkan rasa seperti lemon, susu putih atau susu coklat. Stand sponsor utama Festival Baitul Amin 2010, Pertamina Region III, hadir dengan Program Kemitraan Bina Lingkungan atau BLPK nya, juga hadir menawarkan berbagai produk. Aneka cemilan kerupuk, rengginang, kue bugis sampai ke produk tekstil seperti mukena, pakaian muslim siap pakai dan bahan pakaian muslim.
(Uyuy)


