Seringkali, banyaknya omzet adalah tujuan berdagang. Tapi ternyata pada bazaar yang berlangsung di Festival Baitul Amin (Fesba), itu bukanlah tujuan utama para penyewa stan. Ada yang berdagang dengan niat memperluas sillaturrahim. “Nanti kalau fokus ke omzet, (lalu) tidak tercapai (jadi) sedih. Yang penting bisa wirid dan sholat berjamaah 5 kali dan ketemu Abu (Ketua Yayasan Prof Dr Kadirun Yahya-red) tadi malam”, tutur Kak Neng, pedagang dari Tasikmalaya yang menggelar stan kerudung dan mukena.
Peserta lain, Abang Hery Purnomo menyatakan, “(Tujuan mengikuti bazaar) yang pertama, untuk mempererat tali silaturahmi. Kedua, untuk memperkenalkan produk (supaya) nanti bisa tukar menukar”, tutur pria yang memenuhi stannya dengan keset dan karpet.
Para pengunjung yang telah datang mengatakan bahwa Fesba berjalan cukup bagus seperti yang diakui oleh Kak Rina dan Abang Edi, jamaah surau dari Tangerang. Hal senada dikatakan oleh Kak Yet, putri pendiri yayasan. “Bagus. Luar biasa. Kreatif! Orang Malaysia yang datang tidak menyangka acara (terselenggara) seperti ini. “
Beliau kemudian mengatakan kenapa acara seperti ini bisa terlaksana. “Karena semua orang sudah mencintai surau. Semua pekerjaan jadi mungkin.”


